4 Cara Menjalankan Diet Tanpa Merasakan Lapar yang Berlebih

Adam Nurwahid/ May 28, 2017/ Kesehatan

Merasa lapar saat melakukan diet merupakan hal yang wajar terjadi karena tubuh menerima asupan kalori lebih rendah dari kebutuhan waktu normal. Namun banyak orang dengan rasa lapar berlebih dapat memicu untuk melakukan sabotase terhadap usaha dalam membatasi pola asupan dalam diri sendiri seperti mengonsumsi makanan atau minuman dengan tinggi kalori. Hasil yang akan didapat adalah tidak ada penurunan berat badan yang signifikan walaupun sudah menjalakan programgdieth dalam waktu yang lama.

Pada dasarnya, rasa lapar berlebih muncul karena tubuh belum terbiasa, atau kalori yang dikurangi selama menjalankan program diet terlalu banyak. Padahal yang dibutuhkan selama diet adalah membentuk pola makan yang lebih sehat dengan kalori yang lebih sedikit. Dibawah ini agen fiforlif semarang sajikan beberapa tips mencegah rasa lapar yang berlebih yang seringkali mengganggu diet dan cara menurunkan berat badan Anda:

1. Makanlah yang membuat Anda kenyang lebih lama

Disamping jumlah makanan, nutrisi dari makanan adalah faktor yang akan membuat rasa kenyang lebih lama, salah satu diantaranya adalah serat dan air. Serat termasuk ke dalam karbohidrat kompleks yang lebih tahan lama di dalam saluran cerna. Sama dengan jenis karbohidrat lainnya, serat dapat menghasilkan energi dan kalori, yang tidak terlalu banyak dan lebih tahan lama.

Kadar kalori yang tinggi biasanya berasal dari makanan berlemak dan mengandung karbohidrat sederhana seperti gula dan tepung. Sebaliknya, makanan dengan kalori yang rendah biasanya mengandung banyak serat dan air.

Berikut ini ada beberapa contoh makanan yang mengandung kalori rendah:

– Buah dan sayuran
– Produk olahan susu.
– Gandum utuh
– Kacang-kacangan
– Daging tanpa lemak

Di samping mengkonsumsi yang mengandung serat, konsumsilah daging dan ikan kaeran mengandung omega-3, EPA, dan DHA yang dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Selain itu semua, nutrisi ini juga bermanfaat untuk kesehatan jantung, otak dan kesehatan kulit.

2. Tetap makan banyak, namun batasilah kalori dari minuman Anda

Mungkin hal seperti ini tidak menjadi pertimbangan Anda saat menjalankan program diet, tetapi pada kenyataannya jumlah kalori dari minuman cukup tinggi, bahkan dapat melebihi kalori total dari menu makanan Anda. Minuman yang mempunyai rasa manis seperti sirup dan jus, minuman bersoda, dan minuman kemasan yang mengandung susu, mempunyai kandungan kalori yang tinggi. Sebagai gantinya, cobalah minum jus buah yang mengandung gula alami dari buah-buahan. Air putih juga baik untuk dikonsumsi karena tidak mengandung gula. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi untuk mengurangi jumlah makanan yang terlalu banyak, dengan mengurangi jumlah konsumsi kalori dari minuman manis.

3. Lakukan berbagai tips ini supaya porsi makan Anda lebih terkontrol

Porsi makanan yang terlalu banyak akan memicu untuk makan berlebihan. Berikut ada beberapa tips yang dapat membantu dalam mengatur porsi makanan Anda:

– Jangan langsung makan dari kemasan atau toples makanan, tapi ambil porsi sedikit dan letakkan di tempat makan.
– Minum air putih sebelum makan.
– Saat masak makanan sendiri, campurkan sayuran sebagai bahan masakan.
– Makan secara perlahan dan sertakan minum air putih saat mengunyah.
– Saat ngemil, pilihlah kacang dan buah jeruk, sehingga Anda tidak memakannya secara terburu-buru.

4. Jangan melewatkan waktu makan

Melewatkan waktu makan hanya akan membuat Anda cenderung merasa lapar dan akan membuat Anda makan lebih banyak pada waktu makan berikutnya. Terutama jika melewatkan waktu makan pagi, tidak hanya berdampak pada kekurangan energi namun juga menurunkan performa dalam beraktifitas sehari-hari. Waktu makan pagi adalah waktu yang penting untuk menyediakan energi sampai tiba waktu makan siang, terutama jika Anda melakukan aktifitas yang menguras banyak tenaga.

Dengan melewatkan waktu makan, biasanya akan lebih banyak ngemil hingga tiba waktu makan berikutnya, sehingga konsumsi kalori total harian akan menjadi lebih banyak akibat ngemil dibandingkan kalori yang didapat dari makan besar.