Inilah Sanksi Pajak Yang Perlu Anda Tahu

Ayudia Inara/ October 1, 2017/ Berita Dunia

Pengetahuan tentang sanksi dalam perpajakan menjadi penting karena pemerintah lndonesia memilih menerapkan self assessment system dalam rangka pelaksanaan pemungutan pajak. Berdasarkan sistem ini, Wajib Pajak diberikan kepercayaan untuk menghitung menyetor, dan melaporkan pajaknya sendiri.

Agar bisa menjalankannya dengan baik, jadi tiap-tiap Harus Pajak membutuhkan pengetahuan pajak, baik dari sisi ketentuan ataupun tehnis administrasinya. Supaya pengerjaannya bisa teratur serta sesuai sama tujuan yang diinginkan, pemerintah sudah mempersiapkan rambu-rambu yang ditata dalam UU Perpajakan yang berlaku.

Dari pojok pandang yuridis, pajak memanglah memiliki kandungan unsur pemaksaan. Berarti, bila kewaiiban perpajakan tidak dikerjakan, jadi ada konsekwensi hukum yang dapat berlangsung. Konsekwensi hukum itu yaitu pengenaan bebrapa sangsi perpajakan.

Pada intinya, pengenaan sangsi perpajakan diberlakukan untuk membuat kepatuhan Harus Pajak dalam melakukan keharusan perpajakannya. Tersebut penyebabnya, perlu untuk Harus pajak mengerti bebrapa sangsi perpajakan hingga ketahui konsekwensi hukum dari apa yang dikerjakan maupun tidak dikerjakan. Agar bisa memberi deskripsi tentang beberapa hal apa sajakah yang butuh dijauhi supaya tidak dikenai sangsi perpajakan, berikut ini juga akan di jabarkan mengenai beberapa jenis sangsi perpajakan serta tentang pengenaannya.

Ada 2 jenis Sangsi perpajakan,
1. Sangsi Administrasi yang terbagi dalam :
a. Sangsi Administrasi Berbentuk Denda
Sangsi denda yaitu type sangsi yang paling banyak diketemukan dalam UU perpajakan. Berkaitan besarannya denda bisa diputuskan sebesar jumlah spesifik, persentase dari jumlah spesifik, atau satu angka perkalian dari jumlah spesifik.

Pada beberapa pelanggaran, sangsi denda ini juga akan ditambah dengan sangsi pidana. Pelanggaran yang dikenai sangsi pidana ini yaitu pelanggaran yang sifatnya alpa atau disengaja. Untuk ketahui lebih laniut, dalam tabel 1 dimuat beberapa hal yang bisa mengakibatkan sangsi administrasi berbentuk denda, bentuk pengenaan denda, serta besarnya denda.

b. Sangsi Administrasi Berbentuk Bunga
Sangsi administrasi berbentuk bunga dipakai atas pelanggaran yang mengakibatkan utang pajak jadi semakin besar. Jumlah bunga dihitung berdasar pada persentase spesifik dari satu jumlah, dari mulai waktu bunga itu jadi hak/keharusan s/d waktu di terima dibayarkan.

Ada banyak ketidaksamaan dalam mengkalkulasi bunga utang umum dengan bunga utang paiak. Penghitungan bunga utang biasanya mengaplikasikan bunga majemuk (bunga berbunga). Sesaat, sangsi bunga dalam ketetapan pajak tidak dihitung berdasar pada bunga majemuk.

Besarnya bunga juga akan dihitung dengan tetaplah dari pokok pajak yg tidak/kurang dibayar. Namun, dalam soal Waiib Paiak cuma membayar beberapa atau tidak membayar sangsi bunga yang ada dalam surat ketentuan pajak yang sudah diterbitkan, jadi sangsi bunga itu bisa ditagih kembali dengan dibarengi bunga lagi

Ketidaksamaan yang lain dengan bunga utang biasanya yaitu sangsi bunga dalam ketetapan perpajakan pada intinya dihitung 1 (satu) bulan penuh. Dengan kata beda, sisi dari bulan dihitung 1 (satu) bulan penuh atau tidak dihitung dengan harian.

c. Sangsi Administrasi Berbentuk Kenaikan
Bila lihat memiliki bentuk, mungkin saja sangsi administrasi berbentuk kenaikan yaitu sangsi yang paling ditakuti oleh harus Pajak. Hal semacam ini karna apabila dipakai sangsi itu, jumlah pajak yang perlu dibayar dapat jadi berlipat-lipat. Sangsi berbentuk kenaikan pada intinya dihitung dengan angka persentase spesifik dari jumlah pajak yg tidak kurang dibayar.

Bila diliat dari pemicunya, sangsi kenaikan umumnya dipakai karna Harus Pajak tidak memberi beberapa informasi yang diperlukan dalam mengkalkulasi jumlah pajak terutang. Dilansir oleh Si Amplop dari berbagai sumber