Yuk Ketahui Tips Mengatasi Keputihan pada Wanita Dikala Hamil

Aisyah Silmi/ November 22, 2017/ Kesehatan

 

Cara Memperbanyak ASI – Pengeluaran cairan putih pada wanita yakni hal yang wajar dan normal, malah berfungsi untuk membersihkan dan melindungi organ intim wanita. Pada ketika hamil, frekuensi keputihan akan mengalami peningkatan sebab kadar estrogen yang tinggi dan meningkatkan aliran darah ke organ intim wanita. Hal ini memang ialah komponen dari kehamilan.

Ciri-ciri dari keputihan yang tak membahayakan yakni cairan berwarna jernih, tak memunculkan rasa gatal, dan tak beraroma. Tetapi, hati-hati jikalau keputihan yang berubah warna atau diiringi oleh gejala tertentu. Keputihan yang tidak normal yakni sebagai berikut.

1. Keputihan yang dialami berwarna kuning atau hijau, disertai dengan bau busuk.
2. Keputihan berwarna abu-abu yang berbau anyir seperti ikan sesudah mengerjakan relasi seksual.
3. Keputihan disertai gejala seperti nyeri ketika membuang air kecil, gatal, panas, bibir organ intim wanita meradang.

Pada lazimnya, keputihan disebabkan oleh infeksi jamur candida sp. Penyebab lain dari keputihan tidak normal sebab pemakaian obat-obatan antibiotik dan sabun wangi, mengkonsumsi pil kB, serta terinfeksi oleh kuman vaginosis bakterial dan parasit trikomoniasis yang ditularkan lewat relasi seksual.

Sekiranya Anda mengalami salah satu dari situasi yang sudah dijabarkan diatas, segeralah periksakan keputihan sebab bila dibolehkan, karenanya bahaya yang akan dialami yakni:
1. Keputihan akan menular segera pada bayi.
2. Terjadi peradangan pada putting susu juga payudara.
3. Bayi akan terlahir prematur atau lahir sebelum waktunya.
4. Air ketuban pecah sebelum waktunya.
5. Bayi terlahir dengan berat badan rendah.
6. Bahaya lainnya, seperti peradangan otak, gangguan pencernaan, kebutaan pada bayi, malah keguguran.

Lihat Juga : Pilihan Obat Penyubur Kandungan terbaik

Tak bisa disampingkan bahwa keputihan yang tak normal sepatutnya diobati. Untuk menyelesaikan keputihan ketika hamil, Anda mesti mengerjakan metode sebagai berikut:

1. Hindari mencuci organ intim wanita dengan sabun wangi maupun deodoran yang mengandung bahan kimia.
2. Senantiasa menjaga organ intim wanita dalam kondisi kering dan bersih.
3. Jangan membilas organ intim wanita Anda dengan sabun yang terlalu banyak sebab akan membunuh kuman bagus yang terdapat di zona organ intim wanita. Anda cukup mencuci organ intim wanita dengan menerapkan air.
4. Senantiasa bersihkan organ intim wanita dari depan ke belakang sesudah mengerjakan membuang air.
5. Hindari celana dalam yang berbahan dasar satin atau spandex. Observasi juga baju Anda, jangan menerapkan baju yang terlalu ketat.
6. Senantiasa ganti pembalut Anda sesering mungkin ketika menstruasi.
7. Pakai kondom ketika terkait intim dan hindari berganti pasangan.